Portal informasi Boyolali dan sekitarnyaTentang Kami · Kontak
Logo Berita Boyolali
Informasi lokal, sumber jelas, pembaruan bertanggung jawab
Masyarakat · Profil daerah

Profil Kabupaten Boyolali: Letak Geografis, 22 Kecamatan, Penduduk, dan Potensi Daerah

Artikel referensi daerah · Status: naskah editorial siap verifikasi pra-publikasi

profil Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menampilkan kehidupan masyarakat, pertanian, peternakan sapi perah, budaya lokal, dan panorama pegunungan.
Ilustrasi orisinal bertema Boyolali; bukan foto dokumentasi lokasi atau peristiwa.

Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Wilayahnya mencakup kawasan perkotaan, pertanian, peternakan, dan daerah pegunungan. Memahami profil Boyolali membantu pembaca mengenali pembagian wilayah administratif, kondisi kependudukan, serta aktivitas ekonomi dan wisata setempat.

Letak Geografis Kabupaten Boyolali

Boyolali berada di Jawa Tengah dan menjadi bagian dari kawasan yang berkaitan erat dengan aktivitas Solo Raya. Karakter wilayahnya beragam, mulai dari dataran hingga kawasan lereng pegunungan di sekitar Selo.

Peta wilayah administrasi Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang mencakup 22 kecamatan beserta batas wilayah dan persebaran geografisnya.
Ilustrasi skematis. Tidak untuk digunakan sebagai peta batas wilayah resmi.

Luas Wilayah dan Pembagian Administrasi

Publikasi statistik BPS Kabupaten Boyolali mencatat luas wilayah sekitar 1.096,61 km² berdasarkan rujukan yang digunakan dalam draft editorial. Angka luas dapat berbeda pada publikasi yang memakai metode atau tahun rujukan lain; periksa kembali tabel resmi BPS sebelum mengutipnya.

22 Kecamatan di Kabupaten Boyolali

Boyolali terdiri dari 22 kecamatan, yaitu Selo, Ampel, Gladagsari, Cepogo, Musuk, Tamansari, Boyolali, Mojosongo, Teras, Sawit, Banyudono, Sambi, Ngemplak, Nogosari, Simo, Karanggede, Klego, Andong, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamodro, dan Juwangi.

pusat Kota Boyolali Jawa Tengah dengan Patung Arjuna Wijaya di kawasan Simpang Lima, jalur pedestrian, dan aktivitas masyarakat.
Ilustrasi kawasan perkotaan; bukan foto pusat Kota Boyolali.

Jumlah Penduduk Boyolali

Data statistik tahun 2025 yang dirujuk pada draft editorial mencantumkan jumlah penduduk sekitar 1,109 juta jiwa. Angka ini bersifat terikat tahun rujukan, bukan penghitung penduduk waktu nyata. Gunakan tabel BPS terbaru saat melakukan pembaruan artikel.

Peternakan Sapi Perah dan Identitas Kota Susu

Peternakan sapi perah dan produk susu menjadi salah satu ciri ekonomi yang dikenal luas di Boyolali. Kegiatan tersebut berkaitan dengan usaha peternak, pengolahan produk, distribusi, dan ekonomi keluarga.

peternakan sapi perah di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dengan peternak, sapi perah, dan hasil produksi susu segar.
Ilustrasi orisinal bertema Boyolali; bukan foto dokumentasi lokasi atau peristiwa.

Pertanian, Perdagangan, dan UMKM

Di berbagai kecamatan, kegiatan pertanian, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, serta menengah berperan dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Jenis komoditas dan skala usaha berbeda menurut kondisi wilayah.

pertanian Kabupaten Boyolali dengan petani, hamparan sawah, hasil panen, dan teknologi pertanian
Ilustrasi orisinal bertema Boyolali; bukan foto dokumentasi lokasi atau peristiwa.

Wisata Alam Selo dan Cepogo

Kawasan Selo dan Cepogo dikenal sebagai bagian dari bentang alam pegunungan Boyolali. Informasi akses, cuaca, dan ketentuan kunjungan perlu diperiksa dari pengelola atau sumber resmi sebelum perjalanan.

wisata alam Selo Boyolali dengan panorama pegunungan, hamparan lahan pertanian hijau, dan wisatawan menikmati pemandangan dari gardu pandang.
Ilustrasi orisinal bertema Boyolali; bukan foto dokumentasi lokasi atau peristiwa.

Boyolali dalam Aktivitas Solo Raya

Hubungan transportasi, pendidikan, perdagangan, dan mobilitas warga menghubungkan Boyolali dengan wilayah Solo Raya lainnya. Perkembangan infrastruktur dan layanan publik di kawasan ini menjadi bagian penting dari informasi lokal.

Kesimpulan

Profil Kabupaten Boyolali menunjukkan keberagaman wilayah, pembagian 22 kecamatan, serta potensi peternakan, pertanian, perdagangan, dan wisata. Untuk angka statistik yang dipakai dalam keputusan resmi, selalu periksa sumber terbaru dan tahun rujukannya.